EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN AGAMA DI MADRASAH
OLEH : KEPALA MADRASAH
SEBUAH KAJIAN KURIKULUM MATA PELAJARAN AGAMA YANG DIAJARKAN DIMADRASAH SERTA PENGEMBANGAN SISTEM PEMBELAJARAN YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN
OLEH SEMUA PENGAMPU MAPEL TERSEBUT
@. Untuk kemajuan MTsN Piyungan dan meningkatan SDM akan diadakan kepelatihan TI untuk Pendidik dan Tenaga kependidikan yang meliputi: Visio Technical, Eqution Editor , Word Arabic dan Sistem Aplicatie serta animasi
@. Pendidikan intensif bagi siswa yang berbakat dan berminat dibidang TI serta lomba web blog.
@. Pengembangan Lab. Komputer dengan standar minimal dalam praktek satu kelas, satu siswa satu computer.
Mata Pelajaran Agama yang diajarkan di Madrasah meliputi : Qur’an – Hadits, Aqidah – Akhlaq, Fiqih, dan Sejarah Kebudayaan Islam. Dan ditambah maple Bahasa Arab. Mapel Bahasa arab ini walaupun merupakan rumpun bahasa namun lebih kental dengan sebutan pada mapel agama. Dari semua mapel agama tersebut diajarkan dengan tidak menggunakan kurikulum terpusat dan ini merupakan ciri keagamaannya pada madrasah pada Kementrian Agama ( Madrasah berciri khas agama islam )
Walau demikian afdlolnya dari semua maple tersebut dalam pembelajarannya tetap menggunakan kurikulum terpusat. Mengenai kurikulum terpusat menurut Dr. Abdul Latif Fuad Ibrohim, secara linguistis kata sentral merupakan pusat bagi suatu perkara yang sekelilingnya berputar perkara-perkara lain. Tatkala istilah tersebut digunakan dalam terminology kurikulum, kata itu menunjuk pada pusat tertentu dalam kurikulum yang mengikat seluruh bagian kurikulum dalam ikatan yang kuat serta menunjuk pada bagian pusat di dalam kurikulum pelajaran yang dialami oleh seluruh siswa. Sedang menurut Abdurrohman an Nahlawi, Agar kurikulum terpusat ini berhasil, pusat atau sentral perhatian harus berupa topic yang diminati siswa, paling tidak materi didekatkan dengan kebutuhan siswa serta menjadi perhatian mereka. Pada saat yang sama harus mampu menjadi kutup bagi perealisasian topik pusat.
Dalam pereaalisaasiannya kegiatan belajar mengajar dari mapel tersebut seyogyanya menggunakan kurikulum terpusat, karena semua mata pelajaran tersebut saling terkait. Untuk menentukan sentral dalam pengajaran pada semua mapel agama ini kita bisa memilih yang tepat sebagai contoh menurut Syeh Zarnuji, kwajiban mencari ilmu itu terutama mencarai ilmu hal, menurut hemat kami ilmu hal itu adalah ilmu yang sedang kita gunakan atau ilmu yang kita pelajari segera kita gunakan sesuai kebutuhan utama kita. Ilmu hal yang paling mendesak dan yang paling banyak adalah ilmu ’ibadah yang mana ibadah ini dalam mapel tersebut termasuk pada mapel fiqih. Dalam pembelajaraan sebagai pusatnya adalah mapel fiqih. Sebagai contoh materi pembelajaran tentang sholat, maka semua materi yang lain hendaknya dapat disesuaikan atau bahkan disenergiskan dengan sholat, selanjutnya al-Qur’an-al Hadits yang diajarkan tentang dalil-dalil tentang sholat, aqidah-akhlaq diambilkan tentang derajat manusia disisi allah atau hidup kebersamaan dimasyarakat, Sejarah kebudayaan Islam di ambilkan tentang qishoh isro’ dan mi’rij nabi Muhammad saw atau sebaliknya. Karena hali ini belum ada silabusnya atau buku pedomannya maka guru diharapkan untuk dapat mengkaji materi-materi yang dibutuhkan. Apabila kita masing terpancang dengan kurikulum yang ada paling tidak kita dapat mengintegrasikan dengan mapel-mapel tersebut walaupun yang diampu itu bukan pelajaran fiqih. Dengan harapan anak lebih dapat menerima setiap pokok bahasan dari materi agama tersebut lebih mendalam dan lebih luas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar